Loading...

Perhiptani Membuat Profesi Penyuluh Pertanian Tetap Eksis

16:37 WIB | Friday, 06-April-2018 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

Sudah banyak profesi yang hilang pada era teknologi informasi saat ini, sebagian lagi telah tergantikan oleh robot. Tugas Perhiptani salah satunya adalah mengupayakan agar profesi penyuluh pertanian (PPL) tetap eksis.

 

 

 

“Sudah banyak profesi yang hilang atau tergantikan oleh robot.  Profesi penyuluhan pertanian harus punya   karakter agar tetap eksis. Ada karakter taqwa dan karakter kerja keras, dengan kompetensi yang berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kerjasama,” kata Ketua Harian DPP Perhiptani Fathan A Rasyid pada peringatan hari jadi penyuluhan pertanian tingkat Propinsi Jabar yang diselenggarakan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Cihea, Cianjur, Jawa Barat (5/4).

 

 

 

 Perhiptani lanjutnya telah menyiapkan catur program untuk eksistensi profesi penyuluhan di Indonesia. Keempat program itu yakni: pertama, penguatan organisasi berbasis profesional.  Kedua, penguatan kerjasama dan melek teknologi informasi (IT) salah satunya melalui medsos. Ketiga, penguatan kelembagaan. Keempat, membangun dana mandiri dengan adanya jasa pelayanan yang diberikan Perhiptani untuk kesejahteraan petani melalui pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

 

 

 

“Para petani kita dorong untuk membuat koperasi atau Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dengan skala usaha yang komersial dan dikelola secara modern serta efisien sehingga petani meningkat pendapatannya, dan Perhiptani bisa mendapatkan jasa dalam proses tersebut secara bisnis,” tambah Fathan A Rasyid. Som

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162