Loading...

Mentan Minta PBB Bantu Tangkal Kampanye Hitam CPO

17:08 WIB | Monday, 09-April-2018 | Nasional | Penulis : Tiara Dianing Tyas

 

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berharap PBB membantu ikut menangkal kampanye negatif terhadap komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Permintaan tersebut disampaikan saat bertemu Pelapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Hak Atas Pangan, Hilal Elver di Jakarta, Senin (9/7).

 

Pertemuan tersebut guna membahas serta meninjau program-program pembangunan pertanian dan pangan sekaligus menanyakan perihal kondisi industri kelapa sawit. “Kami minta tolong menangkal kampanye negatif di negara-negara Eropa. Kita punya standar sendiri dan tidak ingin didikte negara lain,” tegasnya.

 

Amran meminta, jangan melihat pembangunan kebun sawit hanya dari sisi kerusakan hutan dan lingkungan, tapi lihat juga dari sisi kesejahteraan petani. “Orang hutan saja diperhatikan di Eropa dan dunia, ini ada 30 juta orang dalam arti kata sesungguhnya berusaha dilindungi. Kita selalu gaungkan ke tingkat dunia kurangi tingkat kemiskinan, kemudian selamatkan orang-orang yang di bawah kemiskinan,” katanya.

 

Menurut Amran, jika harga CPO turun karena kampanye negatif/hitam, maka ada sekitar 30 juta orang yang terdiri dari petani dan pedagang yang merasakan dampaknya. Mereka akan mencari pendapatan di luar tempat (kebun sawit,red), lalu membabat hutan yang justru merusak lingkungan.

 

“Ini dilakukan masyarakat, karena merasa pendapatan dari CPO tidak lagi menguntungkan. Secara tidak langsung yang melakukan kampanye negatif/hitam ini yang merusak lingkungan,” tuturnya.

 

Tapi sebaliknya jika harga CPO stabil, bahkan naik, maka yang terjadi petani sawit akan memelihara lahan yang ada. Apalagi tanah sawit yang ada saat ini sebelumnya sebagian besarnya adalah lahan gersang yakni lahan yang mengeluarkan Oksigen.

 

Pada kesempatan itu Amran menyatakan, pihak PBB mengapresiasi gerakan Indonesia atas perintah Presiden RI untuk memuliakan dan melindungi petani.  Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162